4. Tempat yang menurut suatu riwayat disediakan untuk Nabi Isa AS, ada 2 kemungkinan iaitu berada luruh dengan Rasulullah saw atau berada dibelakang S Umar ibn. Khaththab
5. Tempat peristirahatan Siti Aisyah ra.
6. Tempat kedatangan malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulullah saw.
7. Dinding kamar Siti Aisyah, yang dibangun sendiri oleh Rasulullah saw, hingga saat ine tembok tersebut masih berdiri kukuh
8. Dinding makam berbentuk segilima, yang dibangun oleh Umar ibn Abd Aziz, agar makam Rasulullah saw tidak menyerupai ka’bah dan terlalu dikultuskan oleh umat Islam.
9. Dinding segi lima lapis kedua yang dibangun oleh sultan Qait bay dari Mesir
10. Tiang-tiang yang memperkuat dinding segilima lapis kedua
11. Bahagian dari raudhah yang terdapat dibahagian dalam tembok kamar makam.
12. Bahagian dari raudhah yang terdapat diluar kamar makam, (nombor 12 tidak terdapat pada detail gambar, kawasan ini adalah tempat yang biasanya dijadikan rebutan oleh ummat Islam)
13. Kawasan dengan nombor 13 adalah bukan bahagian dari raudhah.
14. Kediaman siti Fathimah ra.
15. Mihrab didalam kediaman siti Fathimah, yang dibangun oleh sultan Qait bay
16. Mihrab tempat tempat Rasulullah seringkali bertahajud seorang diri
17. Tempat Rasulullah shalat tahajud berjamaah bersama ahl suffah, tempat ini berada dibelakang kediaman st Fathimah
18. Lubang besar terletak dibahagian depan, lubang ini lurus searah dengan makam Rasulullah saw
19. Lubang kecil terletak dibagian depan searah dengan makam syaidina Abu Bakar ra
20. Lubang kecil dibagian depan searah dengan makam syaidina Umar Ibn Khaththab ra
21. Tempat beberapa batu sisa-sisa kediaman Rasulullah saw, yang kemudian dibuang pada masa Khalifah Al Walid ibn Abd. Malik
22. Usthuwanah al Sarir, tempat Rasulullah saw beristirahat ketika terlalu capai beribadah
23. Usthuwanah al Wufud, tempatRasulullah seringkali menerima tamu-tamu penting
24. Usthuwanah al Hirs, tempat para shahabat bersiaga menjaga Rasulullah saw, seringkali syaidina Ali ibn Abi Thalib bersiaga ditempat tersebut
25. Bab Al Taubah, pintu masuk makam dibahagian depan
26. Bab Aisyah, pintu masuk makam dibahagian samping dari arah raudhah
27. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kepala Rasulullah saw yang mulia.
28. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kaki Rasulullah saw yang mulia
29. Beberapa pintu masuk menuju makam Rasulullah saw
30. Lingkaran kubah kecil yang berada tepat diatas makam Rasulullah saw
31. Lingkaran kubah lapis kedua, yang disebut kubah al zarqa’
32. Lingkaran kubah lapis ketiga, atau kubah al khadra’ (kubah hijau) yang terlihat dari bagian luar makam.
33. Bagian dari kamar makam (tertulis dengan nomor 32)
34. Panggung setinggi kurang lebih 30 cm, tempat para ahl suffah berjamaahshalat tahajud bersama Rasulullah saw
35. Panggung setinggi kurang lebih 60 cm, tempat ahl suffah biasa berkumpul
Terima kasih kepada Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London), translated by Ir. H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno
Beberapa ahli sejarah telah menggambarkan ruangan dalam Masjid Nabi SAW. Misalnya Syaikh Dehlawi (958 H – 1052 H) telah menuliskan dengan detail ruangan berikut dalam bukunya “Sejarah Madinah”. Nombor-nombor berikut adalah nombor yang bersesuaian dengan ruang Masjid yang terdapat pada akhir buku ini.
1. TIANG DUTA/UTUSAN: Nabi SAW menggunakan tempat ini untuk menemui para utusan yang datang. Beberapa Sahabat terkemuka duduk disekitar beliau selama pertemuan berlangsung.
2. TIANG PENGAWAL: Menjadi tempat berdiri para pengawal Nabi SAW. Matori berkata, “Pintu rumah Aisyah RA berhadapan dengan tiang ini, dan Nabi SAW melalui pintu ini menuju ke Masjid Nabawi.”
3. TIANG TEMPAT TIDUR: Abdullah bin Umar RA bercerita, “Nabi SAW menggunakan tempat ini sebagai tempat tidur beliau selama i’tikaf.”
4. TIANG ABU LUBABAH: Tertulis padanya. Seperti disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir, Nabi SAW bermaksud untuk menghukum bani Quraizzah (sebuah suku Yahudi) atas pengkhianatannya kepada Nabi SAW. Abu Lubabah RA ditunjuk sebagai penengah. Dia secara tidak sengaja membocorkan rahsia Nabi SAW kepada suku Yahudi itu. Abu Lubabah segera menyedari kesalahannya dan mengikat dirinya sendiri pada tiang ini, hingga Allah SWT menerima taubatnya. Setelah tujuh hari, Nabi SAW menerima wahyu mengenai diterimanya taubat Abu Lubabah dan melepaskan ikatanya dengan tangan beliau sendiri. Al Qur’an, Surat Al Anfal, Ayat 27–28 diwahyukan untuk meberikan kepada kita sebuah pelajaran. Yakni mengkhianati kepercayaan adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal bagi para Sahabat Nabi SAW, sehingga mereka melakukan tindakan yang luar biasa untuk memperbaiki kesalahannya.
5. TIANG AISYAH: Tabrani menyebutkan Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Ada tempat yang sangat penting di dalam Masjid Nabawi yang mulia, jika seorang mengetahuinya, mereka akan mengadakan undian untuk mendapatkan kesempatan agar bisa shalat di sana”.
Suatu hari para Sahabat bertanya kepada Aisyah RA tentang tempat ini. Beliau menolak untuk memberitahukan tempat tersebut. Akhirnya para Sahabat pergi, sedangkan Aisyah RA masih bersama dengan anaknya Abdullah bin Zubair RA. Bagaimanapun para Sahabat memperhatikan bahwa Abdullah bin Zubair RA melakukan shalat dekat dengan tiang Aisyah. Para Sahabat meyakini bahwa Aisyah RA telah memberitahu tempat tersebut secara rahasia kepada Abdullah bin Zubair.
Nabi SAW pernah mengimami shalat dari titik ini selama beberapa hari setelah perubahan qiblat dari Masjid Al Aqsa ke Ka’bah di Makkah. Baginda juga selalu mengimami shalat dari titik yang sekarang dikenal sebagai Mihrab Nabawi As Syarif.
6. TIANG MUKHALLAQAH: Jabir RA meriwayatkan seperti disebutkan dalam hadits Buhari, “Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma (yang awalnya terletak pada tempat dimana tiang ini berada) ketika melakukan khutbah Jumat, kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Nabi SAW, kami dapat membuat sebuah mimbar untukmu, jika engkau menyetujuinya”.
Nabi SAW menyetujuinya dan sebuah mimbar yang terdiri dari 3 anak tangga dibina. Ketika Nabi SAW duduk di atas mimbar ini untuk berkhutbah, para Sahabat mendengar batang pohon kurma itu menangis seperti anak kecil. Nabi SAW mendekati pohon yang sedang menangis ini dan kemudian memeluknya. Pohon ini lalu tenang setelah sebelumnya terisak-isak seperti unta betina. Pohon kurma tersebut menangis karena ia tidak digunakan lagi untuk mengingat Allah SWT.
Sejak itu batang pohon tersebut diberi sejenis pewangi yang disebut Khaluq. Dan kemudian, tiang dimana pohon kurma itu dulu berada, dikenal dengan sebutan tiang Mukhallaqah.
7. MIHRAB NABAWI: Tidak ada mihrab di dalam Masjid Nabawi selama zaman Nabi SAW dan empat Khalifah yang pertama. Pada tahun 91 H, Umar bin Abdul Aziz pertama kali melakukan shalat di sini di dalam sebuah bentuk mihrab. Jika kita berdiri di dalam mihrab ini dan melakukan shalat, tempat sujud kita akan terletak di tempat dimana kaki Nabi SAW berpijak. Dinding tebal mihrab ini menutupi tempat sujud Nabi SAW yang sebenarnya.
8. MIHRAB USTMANI: Khalifah Utsman RA mengimami shalat di tempat ini. Sekarang, Imam Masjid Nabawi juga mengimami shalat di sini. Umar bin Abdul Aziz kemudian membangun sebuah mihrab di sini.
9. MIHRAB HANAFI: Sebelumnya Imam shalat dari empat Mazhab (Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hambali) mengimami shalat di Masjid Nabawi secarah terpisah pada waktu yang sedikit berbeza dan tempat yang berbeza. Imam Hanafi mengimami shalat pada tempat ini. Namun kini, hanya satu shalat berjamaah yang diselanggarakan di Masjid Nabawi, yang dipimpin oleh Imam dari Mazhab Hambali. Hal ini berlaku sejak kekuasaan dipegang oleh Pemerintahan Saudi.
10. MIHRAB TAHAJUD: Nabi Muhammad SAW melakukan shalat tahajjud di tempat ini.
11. MIMBAR: Seperti disebutkan dalam hadits Bukhari Muslin dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda “Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga dan mimbarku akan berada di telaga Kautsar pada hari Kiamat”. Berbagai pemerintahan muslim mengirimkan mimbar untuk Masjid Nabawi dari waktu ke waktu. Mimbar yang ada sekarang, dikirim oleh Sultan Murad ke-3 dari Dinasti Usmani pada tahun 998 H.
12. TEMPAT MUAZZIN: Tempat ini, berupa balkoni segi empat, terletak di sebelah Utara Mimbar Nabi. Tempat ini selain sebagai tempat adzan juga sebagai tempat shalat muadzin dan untuk menguatkan suara takbir pada shalat lima waktu.
13. PANGGUNG DISEKITAR TEMPAT TAHAJJUD: (tidak ada keterangan – pen.)
14. PANGGUNG TEMPAT PETUGAS KEAMANAN: Jika kita memasuki Masjid Nabawi dari Bab Jibril, panggung ini akan berada di sebelah kanan. Dibangun oleh Sultan Nuruddin Zanki. Panggung ini sebenarnya bukanlah tempat dari Ahlu Suffah, seperti perkiraan banyak peziarah.
15. TEMPAT AHLU SUFFAH: Suffah berarti tempat berteduh. Sahabat Nabi yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertempat tinggal di Suffah. Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya. Jika kita berjalan dari tiang Aisyah berlawanan dengan arah qiblat, Suffah berada setelah tiang ke-5. Namun setelah Nabi SAW memperluas Masjid pada tahun ketujuh Hijriah, Suffah dipindah sekitar sepuluh meter kearah Timur, seperti yang tergambar pada ruang Masjid Nabawi.
16. BAB (PINTU) BAQI’: Pintu ini berhadapan dengan Bab Salam.
17. BAB (PINTU) JIBRIL: Terletak di bagian Timur, disebut juga Bab Nabi, karena beliau selalu masuk melalui pintu ini. Adapun alasan penyebutan Bab Jibril adalah sebuah riwayat dari Aisyah RA, “Ketika Nabi SAW pulang dari Khandaq, dan meletakkan senjata kemudian mandi, Jibril AS mendatangi Beliau seraya berkata, ‘Engkau meletakkan senjatamu?, Demi Allah kita belum (bisa) meletakkan senjata, pergilah menuju mereka’, Nabi SAW berkata, ‘kemanakah?’, Jibril AS menjawab, ‘ke sini’, dia menunjuk Bani Quraizzah. Maka Nabi SAW keluar menuju mereka.”
18. BAB (PINTU) NISA: Pintu ini dibuka oleh Umar ibn Khattab tahun 12 H. Beliau mengatakan, “Alangkah baiknya kalau pintu ini dikhususkan untuk wanita”.
19. BIR (SUMUR) HA: Jika kita memasuki Masjid dari bagian paling kiri dari Bab Fahd, sumur ini berlokasi sekitar15 meter ke dalam Masjid dan ditandai dengan 3 lingkaran. Nabi SAW terkadang mendatangi sumur ini dan meminum airnya. Sumur dan taman yang mengelilinginya dimiliki oleh Abu Talhah. Ketika dia mendengar ayat 92 surat Ali Imran yang berbunyi:
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Abu Talhah RA segera mengimfakkan taman ini karena mengaharapkan Ridha Allah SWT. Inilah contoh bagaimana para Sahabat bereakasi terhadap ayat-ayat al Qur’an dan secara spontan langsung mengerjakan perintah Allah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
20. BAB (PINTU) SALAM: Umar ibn Khattab RA membuka pintu ini yang terletak di tembok Masjid bahagian Barat, ketika dilakukan perbaikan Masjid tahun 12 H. Dinamakan Bab as Salam karena letaknya sejajar dengan tempat penghormatan berupa salam kepada jasad Rasulullah SAW.
21. RUMAH ABU BAKAR RA: Jika kita berjalan dari mimbar melalui Bab Siddiq, rumah ini berlokasi setelah tiang ke-5 sejajar dengan Bab Siddiq. Suatu hari Nabi SAW bersabda, “Semua pintu rumah-rumah yang terbuka langsung ke dalam Masjid harus ditutup kecuali pintu rumah Abu Bakar”. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Abu Bakar RA akan menjadi khalifah pertama.
Selepas sarapan pagi, kami berkumpul di lobby Allia Hotel, Amman jordan untuk memulakan perjalanan ke Kota Madinah. Berangkat ke lapangan terbang Antarabanggsa Queen Allia dan seterusnya menaiki AK 740 Airbus Royal Jordanian ke Jeddah. Dari Jeddah, kami mengambil bas berhawa dingin menuju ke Madinah. Sedikit masalah timbul sewaktu melepasi kawalan imigresen dan salah seorang jemaah telah kehilangan beg menjadikan kami lewat bertolak ke Madinah.
Perjalanan dari Jeddah ke Madinah menaiki bas melalui padang pasir tandus dan berdebu memakan masa separuh hari perjalanan. Jam 6.30pm, kami dikejutkan dari tidur apabila bas berhenti di kawasan Rehat dan kami mengambil kesempatan untuk solat berjamaah dengan diimamkan oleh Imam Sultan Gajab. kemudiannya bas menyambung perjalanan melalui malam yang kelam di padang pasir.
Tiba di Kota Madinah jam menunjukkan pukul 10.30 malam. Suasana tiba-tiba bertukar hingar bingar dan sibuk. Penduduk Kota Madinah kebanyakannya tidak tidur waktu malam dan kebanyakan kerja dibuat waktu ini.
Madinah adalah bumi yang paling dikasihio oleh Allah. Ia merupakan tempat nabi berhijrah dan tempat tidur baginda manakala penduduknya pula adalah jiran-jiran serta penolong baginda. madinah juga adalah gedung iman dan disanalah iman dapat bertahan sehingga akhir zaman. Di pintu-pintu masuknya terdapat pengawal yang terdiri dari malaikat. Dajal dan penyakit taun tidak akan dapat memasukinya. Ia juga merupakan negara terakhir di dunia ini yang akan diruntuhkan. Ia juga merupakan tempat diturunkan wahyu. Hampir semua tempat di Madinah diturunkan ayat-ayat al-quran dan diriwayatkan hadis-hadis. Ia adalah haram Allah dan Rasulnya (haramain).
Dikatakan juga sesiapa yang berniat buruk terhadapnya, Allah akan membalasnya seperti garam yang larut di dalam air. Ianya terhindar dari segala keburukan dan kejahatan kerana sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berdoa untuknya yang bermaksud:
"Ya Allah, jadikanlah kami semua agar tetap menyintai kota Madinah sebagaimana yang Engkau anugerahkan perasaan cinta kepada Kota Mekkah, bahkan lebih dari itu".
Bergambar dihadapan Hotel dengan sebahagian jemaah
Bas yang membawa kami kemudiannya berhenti di sebuah hotel bernama al-'Alia Zahra'., betul-betul berhadapan dengan Masjid al-Nabawi. Setibanya kami pengurusan hotel terus membawa kami ke ruang makan untuk makan malam yang telah lama disediakan. Kami dijamu dengan makanan Thailand yang lazat dan menyelerakan. Selepas makan malam, kami terus tertidur kerana kepenatan seharian perjalanan.
Masjid Nabawi sebelum Subuh pemandangan dari tingkap Hotel Zahra
Petra (Greece "πέτρα" (petra), yang bermaksud batu; Arab: البتراء, Al-Batra ʾ) adalah sebuah bandar bersejarah dan arkeologi di Jordan dalam Daerah Pentadbiran Ma'an. Mereka memotong batu arsitektur dan membina sistem saluran air. Dibina sekitar abad ke-6 SM sebagai ibu kota Nabataeans,. Merupakan simbol negara Jordan dan juga sebagai daya tarik wisata yang paling sering dikunjungi. Petra terletak di lereng gunung Hor di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Araba (Wadi Araba), lembah besar yang berlunjur dari Laut Mati sehingga Teluk Aqaba. Petra dipilih sebagai salah satu daripada Tujuh Keajaiban Baru Dunia pada tahun 2007 dan sebuah Tapak Warisan Dunia sejak 1985. Petra dipilih oleh BBC sebagai salah satu daripada "40 tempat yang anda harus lihat sebelum anda mati".(www.wikipedia).
Lokasinya tidak diketahui oleh dunia Barat hinggalah tahun 1812, ketika pertamakali diperkenalkan kepada umum oleh Swiss explorer Johann Ludwig Burckhardt. Digambarkan sebagai "a rose-red city half as old as time" oleh pemenang Hadiah Newdigate soneta oleh John William Burgon. UNESCO telah dmenggambarkan Petra sebagai "salah satu kekayaan budaya paling berharga daripada warisan budaya manusia."
Petra adalah kota yang didirikan dengan pahatan dinding-dinding batu peninggalan kaum Nabataeans yang bertapak sejak 2000 tahun yang lalu. Petra terletak di sebelah barat daya kota Jordan, sekitar 262 km sebelah selatan Amman dan 133 km sebelah utara Aqaba. Perjalanan dari Amman ke Kota lama Petra ini mengambil masa 3-5 jam perjalanan. Di Kota Petra, Bukit-bukit, gunung-gunung dipahat dan dijadikan tempat tinggal.
Kaum Nabataean sangat mahir dalam seni bina dan mengukir. Mereka mewarisi kemahiran kaum Aad dan Samud sepertimana yang dikisahkan di dalam al-Quran. Teknologi dan kemahiran mereka yang maju sehingga dapat memotong batu dengan hasil seni yang halus. Batu-batu dipahat dan diukir dengan ukuran yang sama setiap satunya.
Petra berasal dari bahasa Yunani yang bererti 'batu'. Ia mewakili simbol teknik dan perlindungan. Merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembusi musuh dan aman dari bencana alam seperti ribut pasir dan sebagainya. Asal usul suku Nabatean tak diketahui secara pasti. Mereka hanya dikenali sebagai suku pengembara yang menggunakan unta dan biri-biri.
Masyarakat awal Petra adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Arab kuno.
Sepanjang Kota Petra ini terdapat system pengairan yang maju bagi menyediakan bekalan air bersih dan pembuangan yang sempurna. Terdapat terowong air yang menyalurkan air bersih ke seleruh kawasan kota. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air. Mereka juga sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah bagi mengumpulkan air bersih yang akan digunakan bagi tujuan bekalan untuk mengembara. Kaum Nabatean mewarisi ilmu kaum Ahqaf di hadramaut Yaman. Mereka memiliki kemahiran memahat bukit yang menjadi rumah.
Sebelum melalui ke bangunan yang pertama, kita akan melalui lorong-lorong sepanjang 1 kilometer di antara tebing-tebing gunung yang tingginya 8o meter. Di lorong-lorong itu kita akan melihat sendiri corak-corak warna yang cantik. Subhanallah.. Kemudian di akhir lorong tersebut kita akan lihat gerbang utama yang dipahat ukir di gunung bertentangan dengan lorong keluar tadi. Sungguh indah. El-Khazneh namanya. Laluan tadi seolah-olah dirancang dengan hebat. Ibu kota ini di susun dengan atur. Mempunyai saliran , mahkamah, coloseum, makam-makam raja, dan tempat tinggal yang teratur. Hebat..Wajarlah Petra tersenarai menjadi ‘The New Seven Wonder World’.
Susunan tangga yang dipahat dari batu gunung
Ruang Mahkamah Kaum Samud tempat membicarakan pesalah
Di sana kita boleh mengambil kesempatan untuk menaiki kuda atau keldai. Terapat ramai Arab Badwi yang tinggal menetap di sana. Mereka menjual cenderamata Petra dan menyediakan perkhidmatan menaiki kuda serta keldai. Kita juga boleh saksikan kemahiran mereka bertutur dalam pelbagai bahasa di sini, mereka mungkin mempelajarinya dari ramai pengunjung pelbagai bangsa dan negara yang pernah bertandang menyaksikan salah satu keajaiban dunia yang terbina dari keruntuhan tamadun bangsa yang angkuh satu waktu dulu. Kebanggan mereka sebagai tukang ukir yang mahir menjadikan mereka angkuh dan lalai dari petunjuk Allah sehingga kaum mereka dikenakan azab. Keaiban mereka bagaimanapun disanjungi dunia kini sehingga dijadikan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia pada 2007 yang lalu.
Pengkaji Barat mendakwa sejarah Jordan dikatakan bermula di Bukit Nebo (Mount Nebo). Bukit Nebo ini terletak berhampiran Madaba dan didakwa sebagai tempat di mana Musa as dikebumikan. Dari atas Mount Nebo, pengunjung dapat menikmati pemandangan Lembah Jordan, Laut Mati dan juga Jerusalem serta Baitulaham. Pada 393 M sebuah gereja telah dibina. Pada kurun ke-7 M bukit ini menjadi tempat perkumpulan bagi para haji yang datang dari jauh. Memorial dari gangsa berbentuk ular yang meliliti palang Salib dibina oleh Gian–Paolo Fantoni of Florence. Ular yang ditunjukkan adalah simbolik kepada ular yang kononnya ditemui di padang pasir dan dipelihara Musa dan sebegitu juga dengan penyaliban Isa yang bertujuan untuk menebus dosa umatnya.
Patung salib gangsa berlilit ular yang
dibina oleh Gian–Paolo Fantoni of Florence
Memorial ini dibuat juga atas kepercayaan kepada kitab Injil ( mereka bertunjangkan pada John 3:14:
“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (John 3:14).
Malangnya setakat ini aku tidak menemui sejarahnya mengikut pernyataan Islam. Tidak hairanlah kerana kawasan ini dikuasai oleh Kristian sekian lama.
Mengikut kepercayaan Kristian, Menurut Kitab Ulangan, Gunung Nebo merupakan tempat dimana Nabi Musa hanya dapat memandang ke arah Tanah Perjanjian karena Tuhan tidak mengizinkannya untuk masuk ke sana."Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya, kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, kakakmu, sudah meninggal di gunung Hor dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya oleh sebab kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel. Engkau boleh melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana, ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel." (Ulangan 32 : 49-52).
Penganut Kristian percaya ini adalah makam Nabi Musa
yang dikuburkan oleh Tuhan
Gereja byzantium di puncak gunung
Nebo Church Altar
Kawasan ini pernah melalui zaman kerajaan Mesir, asySyria, Babylon, Parsi, Macedonia, Rom, Bizantium, Arab, Mamluk dan Turki. Menjadi tarikan dan perhatian Kublai Khan cucu kepada Genghis Khan untuk Empayar Mongol, juga diminati oleh Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler. Merupakan laluan alternatif perdagangan sutera,rempah dan lain- lain ke Mediterranian selain dari Laut Merah. Petra, Amman dan Jerash semuanya merupakan kawasan perhentian utama perdagangan sejak zaman silam. Petra pada awalnya di bawah kekuasaan Rom namun sebaik Rom kalah, ia dikuasai oleh kerajaan Bizantium. Seterusnya Jordan terus dikuasai oleh keturunan Bizantium di situ, puak Ghassan sebelum ditakluki Islam pada kurun ke 7 Masihi dan akhirnya menjadi kawasan di bawah Empayar Islam Turki. Dipanggil Transjordan pada tahun 1919. Wujud lepas kejatuhan Khilafah Othmaniyyah 1924 dan selepas Perang Dunia I. Pada awal penubuhannya, Jordan hanya dihuni oleh puak-puak asal tempatan yang menghuni padang-padang pasir. Kemudian berlaku perluasan penduduk selepas kedatangan pelarian Palestin menjelang perang tahun 1948 dan1967.
Jordan: bersempadankan Israil di Timur, Mesir, Iraq, Syiria dan Arab Saudi.
Sebaik tiba di lapangan terbang Queen Alia, Amman Jordan, Kami dibawa ke Hotel Alia di pinggir bandaraya Amman untuk berehat. Selepas bangun dari tidur, sepertimana biasa aku membuat sedikit catatan di mana saja tempat yang dilawati. Menziarahi bumi anbiya’ seperti Jordan adalah tidak sah tanpa mengenali Negara tersebut lebih dekat. Jordan di dalam Bahasa Arab disebut al-Urdun yang bermaksud kekuatan dan kejayaan . Dikatakan juga bahawa Urdun merupakan nama salah seorang dari keturunan Nabi Nuh as . Negara ini menyambut kemerdekaan pada 25 Mei 1946. Kedudukan Geografinya di Barat Daya Asia 290 11’ - 330 22’ Utara dan 340 59’ – 390 18’ Timur dengan Kawasan diliputi keluasan 89 , 342 km persegi. Sebahagian besarnya adalah padang pasir yang dimajukan.
Kawasan Ghawr Jordan terletak di sepanjang Sungai Jordan . Laut Mati dan Wadi Araba . Laut Mati merupakan tempat terendah di dunia menjangkau 400 meter bersamaan 1300 kaki di bawah paras laut . Menuju ke Timur , ketinggiannya semakin bertambah dari utara ke selatan dengan direntasi aliran sungai dan lembah. Puncak tertinggi di Jordan adalah gunung Umm ad Dami setinggi 1854 meter dengan diikuti gunung Ram setinggi 1754 meter . Lebar maksimum tanah tinggi ini adalah 50 km . Kawasan timur Jordan yang gersang adalah sebahagian dari pedalaman Syam.
Iklim padang pasir di Jordan adalah panas kering sewaktu musim panas dan sejuk di musim dingin . Iklim Mediterranean ketara di kawasan berbukit dengan musim panas yang sederhana dan musim dingin yang sejuk . Manakala kawasan Ghawr adalah terlalu panas semasa musim panas dan agak hangat sewaktu musim sejuk . Purata suhu dalam bulan Januari di Amman , Irbid dan Aqabah adalah 7.3 , 8.5 dan 16.10C secara umumnya dan angka ini akan meningkat sehingga 24.7 , 24.7 dan 31.20C pada bulan Julai . Hujan tahunan mencecah sehingga ke 400 mm di Amman dan Irbid dan sekitar 37 mm di Aqabah.
Tumbuhan padang pasir tumbuh dengan banyaknya di kawasan Timur Jordan manakala hutan , pokok oak dan pine tumbuh di kawasan berbukit terutamanya di Utara Jordan. Jordan mempunyai
Populasi 4 , 139 ,000 pada 1994 dengan Kepadatan Penduduk 46 per segi Km. Rakyatnya menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris sebagai bahasa asing utama dengan sebahagian besarnya adalah beragama islam iaitu sebanyak 95 %, manakala 5 % lagi adalah beragama Kristian.
Amman adalah ibu negara Jordan dengan penduduk seramai 964,000 orang. Irbid seramai 208,000 penduduk dan az-Zarqa’ seramai 344,000 penduduk (Bancian 1994). Negara ini menggunakan matawang Dinar iaitu 1 Dinar = 1000 Fils = 100 Qirsh ( Piasters ) , 100 Dolar = 70.8 JD. Waktu itu 1 Dinar Jordan adalah lebih kurang RM7. Sempat juga aku minum the panas dengan harga RM21 (3D) di di lobi Hotel Alia, Amman.
Dari segi Sejarah, Negara Jordan bermula dengan kewujudan beberapa kota bertembok yang muncul di Jordan sekitar 3200 SM. Ketika itu menyaksikan di Baratnya wujud peradaban Mesir dan tamadun Mesopotamia di bahagian Timurnya menjadikan Jordan sebagai laluan perdagangan yang sibuk. Zaman Besi menjelangnya kurun pertama SM menyerlahkan kewujudan kerajaan–kerajaan kecil seperti Edomites yang mentadbir di Selatan Jordan, Moabites bertapak di tengah Jordan, Amorites pula memiliki ibu kota mereka di Hisban di Selatan Amman, Ammonites menguasai sekeliling Amman manakala kerajaan Gilead menguasai kawasan Utara Sungai az-Zarqa’. Selanjutnya Arab Nabatean mengasaskan kerajaan mereka di Selatan Jordan pada penghujung kurun pertama SM dengan ibu pemerintahan mereka yang kebal di Petra namun akhirnya kecundang kepada kerajaan Roman pada awal kurun ke-2 M . Roman telah mentadbir Jordan selama beratus-ratus tahun sehinggalah diambil alih oleh Empayar Byzantine yang berpusat di Konstantinopel dan bertanggungjawab menyebarkan Kristian di sini selama 400 tahun . Pada kurun ke-7 M , tentera Islam telah keluar dari tanah Arab dan menguasai Roman dan menjadikan Jordan sebagai tanah Islam sehinggalah sekarang . Pada 1916 , Raja Hussein telah melancarkan Pemberontakan Arab menentang kerajaan Othmaniyyah dan pada 1925 sebuah Emirate TransJordan telah diasaskan dengan Raja Abdullah ( datuk kepada Raja Hussein ) sebagai pemerintah. Jordan bebas sepenuhnya dari cengkaman Great Britain pada tahun 1946.
Negara ini juga terkenal dengan bumi anbiya’. Ramai nabi-nabi dilahirkan di Jordan dan sejarah nabi-nabi itu ada diceritakan di dalam al-Quran. Antaranya:
Nabi Yusha’ bin Nun
Baginda merupakan pengikut Nabi Musa as dan pernah menjadi teman musafir Nabi Musa as sewaktu diperintahkan untuk berjumpa dengan Nabi Khidir as oleh Allah Ta’ala. Baginda telah dipertanggungjawabkan untuk memegang bekas ikan dan memberitahu Nabi Musa as sekiranya ikan tersebut hilang (Qisasul Anbiya’).
Nabi Syuaib
Nabi Syuaib as diutuskan Kaum Madyan ( Bandar Madyan berdekatan dengan Ma’an di sudut Syam dan berhampiran juga jika dari sudut Hijjaz dengan Laut Mati ). Baginda adalah Syuaib bin Yushkhor bin Lawi bin Ya’kub. Malah ada juga pendapat yang menunjukkan pertalian nasab baginda dengan Nabi Ibrahim. Dikatakan juga datuknya atau emaknya adalah anak kepada Nabi Luth. Malah ada juga pendapat yang menyatakan baginda beriman ketika hari Nabi Ibrahim as dibakar Namrud dan kemudian mengikut Nabi Ibrahim as berhijrah ke Damsyiq dan ada pendapat lain menyatakan mereka berhijrah ke Syam dan keduanya berkahwin dengan kedua anak perempuan Nabi Luth as. Nabi Syuaib as digelar sebagai Pemidato Para Nabi kerana kepetahan dan keindahan ibarat yang digunakan dalam berdakwah. Antara kemungkaran Kaum Madyan adalah mereka merompak , menghalang dan mengganggu di jalan serta menyembah pokok (yang besar dan merimbun) di samping menipu dalam sukatan dan timbangan. Mereka diazab Allah dengan kepanasan yang amat sangat dan Allah kekalkan angin panas itu selama 7 hari dan tidak ada guna walaupun mereka cuba menyejukkan diri dengan air atau berteduh Satu ketika mereka semua berteduh di bawah setompok awan maka Allah pun menurunkan kepada mereka azab kepanasan atau sebaliknya dan kemudian tanah yang mereka pijak bergegaran lalu kedengaran satu teriakan dari langit yang mencabut nyawa dari jasad mereka. Nabi Syuaib wafat di Makkah dan bersamanya ketika itu segolongan orang yang beriman dan kubur mereka terletak di Barat Makkah antara Darun Nadwah dan Dar Bani Sahm. (Qasasul Anbiya’). Bagaimanapun makam yang kami lawati di Madyan juga dikatakan sebagai makam Nabi Shuib, Waqllah a’alam.
makam nabi Shuib di Madyan, Jordan
Nabi Ayub
Nabi Ayub as berasal daripada Rom. Baginda adalah Ayub bin Musho bin Zirakh bin al-I’s bin Ishaq bin Ibrahim as. Dikatakan isterinya bernama Liya binti Yaakub as . Nabi Ayub as mempunyai harta , binatang ternakan dan peliharaan serta hamba yang banyak di samping tanah yang luas. Anak dan ahli keluarganya juga ramai. Kemudian Allah mengujinya dengan penyakit yang teruk dan hanya hati dan lisannya sahaja yang tidak terjejas lantaran penyakit itu. Tetapi Nabi Ayub sentiasa sabar dan sentiasa berzikir kepada Allah. Apabila dia mengasingkan diri di kawasan terpencil maka isterinya turut menemaninya sehinggalah dia disembuhkan Allah. Apabila baginda wafat usianya ketika itu 93 tahun. (Qasasul Anbiya’).
Nabi Nuh
Nama baginda adalah Nuh b. Lamik b. Matusylakh b. Khonukh ( Nabi Idris ) b. Yarid b. Mahlayil b. Qinan b. Anush b. Syith b. Adam a.s. Jarak antara kelahiran baginda selepas kewafatan Nabi Adam as adalah selama 126 tahun dan ada juga yang menyatakan 146 tahun , 10 kurun lamanya antara waktu kelahiran Nabi Adam dan lahirnya Nabi Nuh. Baginda menjadi Rasul apabila berusia 480 tahun dan berdakwah selama 950 tahun dan baginda hidup selepas peristiwa banjir besar selama 350 tahun. Pendapat yang lebih kuat menyatakan bahawa kubur baginda terletak di Masjidil Haram. Tetapi ramai dari golongan yang terkemudian menyatakan kubur baginda berada di al-Baqa’ yang dikenali hari ini sebagai Karak Nuh dan masjid telah dibina disini dengan sebab kewujudan makam tersebut. (Qasasul Anbiya’)
Nabi Luth
Nabi Luth as hidup pada zaman Nabi Ibrahim as kerana dia juga merupakan anak saudara kepada Nabi Ibrahim as. Nama baginda adalah Luth b. Harun/Haran b. Tarikh (dikenali juga sebagai Aazar) . Nabi Luth as telah pergi ke Bandar Sadum dengan perintah Nabi Ibrahim as. Kaum Luth ketika itu melakukan kemaksiatan yang paling teruk dilakukan sejak zaman-zaman yang sebelumnya iaitu liwat atau homoseksual . Maka selepas dakwah yang dijalankan oleh Nabi Luth ditentang kaumnya maka mereka seluruhnya yang mungkar dibinasakan Allah Ta’ala. (Qasasul Anbiya’)
Jam 11.00pm, selepas solat jamak di sudut lapangan terbang Dong Muang menghadap dinding yang menjadi perhatian orang ramai, kami bergegas menuju ke kaunter untuk pemeriksaan imigresen apabila panggilan supaya menaiki Royal Jordan Air kedengaran. Alhamdulillah, sewaktu dalam pesawat Air Asia petang tadi dari KLIA dah pekena nasi lemak, jadi tidaklah terasa lapar sangat sepertimana sebahagian sahabat yang lain.
Jam 11.30pm, pesawat Royal Jordan Air mula membelah udara di dalam kegelapan ruang angkasa Thailand. Lidah tidak berhenti mengalun zikir dan doa yang telah ku sediakan lebih awal. Perjalanan ke Amman Jordan mengambil masa lebih kurang 9 jam dari Bangkok.
Airbus, Royal Jordan Air
Lapangan Terbang Antarabangsa Queen Alia, Amman Jordan
Jam 4.00am 18hb September, Pesawat Royal Jordan Air tiba di lapangan terbang Queen Alia, Amman. Kami disambut oleh wakil 'Malhas Tours' untuk membawa kami ke Hotel "Alia Gateway" yang tidak berapa jauh dari Lapangan Terbang Queen Alia, Amman untuk berehat setelah menempuh perjalanan yang panjang. Setibanya di hotel, sudah pun kedengaran azan subuh. Kami mengerjakan solat subuh untuk kali kedua hari ini kerana waktu di Jordan ialah undur 7 jam ke belakang.
Alia Hotel. Pondok beb....
Sebelum tidur, sempat juga aku menyentuh sarapan di dewan makan hotel Alia. roti dan madu. Sesekali mata menjeling kepada makanan tradisional Jordan. Tanpa menunggu lama, inilah peluang untuk merasainya; roti yang dimakan dengan keju dan buah zaitun atau minyak zaitun dan za'tar serta humus. Makanan tradisional ilain yang sempat dijamah ialah mansaf iaitu susu kambing dimasak bersama yogurt. Selain itu, Maqlubah iaitu nasi yang ditanak dengan resepi khas berlaukkan ayam. Minuman tradisional pula ialah kopi pahit tanpa gula berperisa buah pelaga. Bagi masyarakat di sini, kopi adalah lambang kemesraan. Mansaf juga dihidang bersama teh yang diletakkan di teh tersebut daun pudina, ketika tetamu berkunjung ke rumah. kenyangnya sehingga makan tengahari hari tersebut langsung tak ku jamah.
Dari 'Aqaba kaqmi bergerak ke ke utara menuju laut mati, iaitu lebih kurang 40 kmn perjalanan dari pekan Aqaba tempat di mana terletaknya gua ashabul kahfi. Perjalanan jauh ini mengambil masa 45 minit menaiki bas melalui lereng-lereng bukit dan tanah tandus.Sepanjang perjalanan, tidak tersua sebuah pun motorsikal, akan tetapi kenderaan yang biasa dilihat ialah Mercedes Benz dan BMW.
Sepanjang perjalanan aku banyak termenung dan melayan perasaan dengan memerhatikan pemandangan tandus bukit batu melalui tingkap bas. Khayalanku terhenti apabila Abdul Khamis, pemandu pelancong kami memberitahu melalui mikrofon yang disediakan bahawa perjalanan kami berada di bawah paras laut!
Simpang ke utara menuju terus ke sempadan Israel, iaitu pinggir bandar Tel Aviv yang jaraknya hanya 5 minit daripada jalan utama yang kami lalui. Maka tidak hairanlah kenapa begitu banyak sekatan jalanraya dan 'post guard' yang kami temui sepanjang perjalanan dengan tentera memikul senjata berat berkawal di sepanjang jalan.
Bas meluncur ke arah selatan perjalanan, dari jauh ternampak pemandangan cantik berlatarbelakangkan air laut membiru. Sebaik bas berhenti, kami mula bergerak secara berkumpulan di bawah terik mentari menghala ke pantai. Dari jauh kelihatan sekumpulan pelancung asing dari barat sedang mandi manda dengan badan yang terapung di atas air. Maha suci Allah, kandungan kalsium dan garam yang terlampau banyak menyebabkan semua benda timbul di permukaan.
selamat datang ke Laut Mati!
Laut Mati (bahasa Ibrani: יםהמלח; bahasa Arab: البحرالميت) merupakan tasik air masin yang terletak di sempadan Jordan dan Tebing Barat. Pantainya berada di kedudukan serendah 418 m di bawah aras laut, kedudukan terendah di atas daratan, dan juga tasik masin yang terdalam, sedalam 330 m. Laut mati merupakan sebuah tasik besar seluas 60 km panjang. Airnya mempunya kemasinan kedua tertinggi di dunia selepas Laut Asal di Djibouti dengan kemasinan hampir 30 %. Ini lebih kurang 8.6 kali lebih masin dari laut biasa. Oleh kerana itu tiada satu pun hidupan yang boleh hidup di dalamnya dan kapal tidak boleh belayar di atas permukaannya. Tasik ini berukuran 67 km panjang dan 18 km lebar. Cabang sungai utamanya ialah Sungai Jordan.
Rasa airnya terlalu masin sehinggakan seperti terasa pedas di lidah jika merasanya. Tidak ada hidupan di sini Ia merupakan Kota Sodom iaitu kota kaum Nabi Lut yang mengamalkan homosex. Kemurkaan Allah menyebabkan bumi ini diterbalikkan hingga teggelam sedalam 411 meter dari paras laut. Nabi Lut dan yang beriman diselamatkan Allah dan tinggal di Jerusalem. Dari tempat ini ke Jerusalem lebih kurang 60 km. Yang menarik di laut mati ialah ia menceritakan kepada kita mengenai kemurkaan Allah terhadap kaum Lut. Mereka telah mendustakan apa yang telah di sampaikan oleh Nabi Lut. Maka diterbalikkan bumi ini. Kesan kemurkaan ini hinggakan Allah tidak membenarkan sesuatu makhluk pun hidup di dalamnya. Laut mati tidak berpenghuni. Ia tidak didiami oleh hidupan laut. Kandungan garamnya menyebabkan tiada hidupan yang boleh hidup. Bagaimanapun, menurut kajian sains, terdapat beberapa bakteria kecil hidup di dasar laut mati.
Jika diamati, memang benarlah keadaan itu, masih boleh dilihat dengan jelas keadaan tanah yang berbukitdan tiada satu pun pokok tumbuhan yang tumbuh melata. Jika adapun, kelihatan pokok itu keluar membengkok ke bawah seolah-olah tumbuh terbalik!. Manakala lautnya pula wujud di atas paras yang lebih tinggi seakan-akan satu kolam luas yang dikepung, manakala hidupan pula berada di bawahnya. Dikatakan di dalam laut mati ini, tiada satupun hidupan yang wujud kerana kandungan garamnya yang amat banyak.
Hal ini berlaku juga pada lumpur laut mati. Menurut Ustaz Muhammad Abdullah, (Universiti Kehidupan, Pengajian Sepanjang Hayat , Jacir Palace Inter Continental Bethlaham , dalam blognya 2/5/09), Oleh kerana tanah di tempat ini telah Allah jadikan untuk menghapuskan makhluk yang tidak baik, Allah meletakkan juga pada lumpur laut mati kelebihan yang sama. Ia mempunyai khasiat untuk membuang perkara yang tidak baik dari diri kita seperti membuang sel-sel kulit yang mati. Ramai orang yang mandi di sini melumurkan muka dan badan mereka dengan lumpur di sini. Ada orang yang membuat produk kecantikan dari lumpur laut mati ini. Ia merupakan produk kulit yang terkenal di dunia sebagai produk hasil bumi yang dapat memperbaiki penyakit yang berkaitan dengan kulit.
Mengenai lumpur ini, satu ketika dulu seorang kanak-kanak malang dari utara Malaysia telah dibawa ke Jordan semata-mata untuk dimandikan dengan air masin dan lumpur Laut Mati bagi merawat sakit kulitnya yang bersisik. Dikatakan lumpurnya boleh mengubati penyakit kulit. Allah sahajalah yang mengetahui kebenaran fakta ini. Hakikatnya, Allah mengekalkan kejadian di Laut Mati bagi memberi peringatan kepada Hambanya dan mengambil iktibar dari apa yang berlaku.Kehadiran ke sini bukanlah untuk mengkagumi keindahan panoramanya, tetapi bagi menginsafi tentang apa yang pernah dilakukan sebelumnya oleh kaum yang mendustakan Allah!